Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dongeng. Tampilkan semua postingan
Rabu, 09 Oktober 2013

Kisah Inspirasi Anak Indonesia "Bunga Kembang Sepatu Raksasa"


Dongeng anak indonesia kali ini bermula dari sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Dahulu kala ada seorang raja yang bernama raja Diandras, Raja ini sangat arif dan bijaksana dalam memimpin kerajaannya. Sampai suatu saat raja mengalami sakit yang parah, berpuluh-puluh tabib dari negeri seberang didatangkan dari negeri seberang untuk mengobati penyakit sang raja, namun tidak satupun yang berhasil mengobati dan menyembuhkan penyakit sang raja. Akhirnya diadakan sayembara kerajaan yang di umumkan di tengah alun-alun kerajaan.

Sayembara itu berbunyi, barang siapa yang bisa menyembuhkan penyakit raja, akan diberikan hadiah, jika ia (pemenang sayembara) adalah laki-laki maka ia akan diangkat menjadi pangeran sebagai pengganti raja kelak, dan jika ia perempuan maka ia akan dijadikan permaisuri raja.

Setelah itu berdatanglah para tabib dan orang pinta dari segala penjuru negeri, ada yang datang dengan menggunakan perahu melintasi lautan ada pula yang menyebrang sungai, ada pula yang menggunakan kesaktian dengan terbang diatas awan.

Namun semua peserta sayembara yang datang untuk mengobati sang raja akhirnya gagal untuk menyembuhkan raja. Hingga pada suatu hari datanglah seorang pemuda masuk kedalam istana.

Sesampainya dipintu istana, pemuda itu disambut oleh 2 orang penjaga pintu gerbang istana yang berbadan tinggi dan tegap. "Berhenti kisanak, ada tujuan apa engkau hendak memasuki istana raja", tanya penjaga kepada pemuda itu. Dari penampilannya pemuda itu tampak sangat lusuh, bajunya compang-camping dan mukanya kotor serta tubuhnya sangat bau sekali.

"Aku ingin menemui raja dan ingin menyembuhkan baginda raja", kata pemuda itu sambil membungkuk dan menunjukkan sebuah bungkusan kepada para penjaga. Sontak para penjaga langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan pemuda itu. "Haahaha..bagaimana mungkin kau bisa menyembuhkan raja, sedangkan kau saja tampak jorok dan mirip seperti orang sakit, haha", kata penjaga sambil tertawa memegangi perut mereka.

"Tapi raja kalian sedang sekarat, apakah tidak boleh hamba menyembuhkan baginda raja?", sontak langsung para penjaga langsung melotot mendengar perkataan si pemuda tadi. "Hei anak muda, lancang sekali kau berkata raja kami sedang sekarat!", "Oh ya silahkan saja engkau lihat sendiri, bukannya sayembara ini diadakan untuk menyembuhkan raja?".

Mendengar keributan yang terjadi di pintu gerbang, salah satu perdana menteri kerajaan menghampiri, "Ada apa gerangan, wahai pengawal?". Tanya sang menteri kepada penjaga.

"Ini tuanku, ada anak muda yang ingin mengobati sakit baginda raja Diandras, tapi dari penampilannya dia sangat tidak meyakinkan". "Baik, bawa masuk dia kedalam istana", kata sang menteri.

Singkat cerita si pemuda ini masuk kedalam istana, kemudian ia memberikan sebuah isyarat kesembuhan kepada sang Raja. "Baginda raja, maafkan hamba yang telah lancang masuk kedalam istana raja, tetapi ijinkan hamba memberitahukan bahwa sakit baginda raja hanya bisa diobati oleh bunga kembang sepatu raksasa, dan bunga itu hanya bisa diambil oleh orang yang paling jujur di kerajaan ini".

Sehari setelah pemuda itu datang, keesokan harinya berbondong-bondong rakyat keraajaan itu mendatangi bunga kembang sepatu yang ada di dalam hutan, tak satupun bisa menghampiri bunga tersebut.

Sampai akhirnya ada seorang kakek tua, datang dan memetik bunga kembang sepatu tanpa ada halangan yang berarti. Si kakek lalu dibawa dan diboyong oleh pengawal istana dan memberika obat yang berasal dari kembang sepatu untuk diminum oleh sang Raha Diandras.

Dan akhirnya rajapun sembuh, dan sikakek tidak meminta satupun hadiah yang ditawarkan oleh sang raja, hanya ada satu permintaan sang kakek, yaitu ia ingin raja tetap memerintah negeri ini dengan lebih arif dan bijaksana lagi. Raja kemudian meneteskan air mata, ia tidak mengira di negeri ini masih ada orang yang ikhlas memberikan bantuan tanpa mengharapkan imbalan.

Akhirnya sang kakek diangkat menjadi penasihat raja, dan raja Diandras pun kembali memerintah sebagai raja di negeri yang adil, damai dan sentosa bagi rakyatnya. Hikmah dari dongeng anak kali ini adalah kita harus menjadi pribadi yang jujur dan sederhana. Sebab dengan kejujuran maka semua kebaikan akan datang kepada kita. 
 
Sumber: Cerita Dongeng Anak Indonesia
Read more ...

Kisah Inspirasi Anak Indonesia "Batu dan Sang Raja"

Batu dan Sang Raja

Sang Raja dan Batu

Pada zaman dahulu kala, ada seorang Raja di negeri Antah Berantah bersifat sangat baik hati. Rakyat sangat menyenangi Raja. tetapi Raja juga mengetahui rakyatnya ada yang baik ada pula yang jahat. Raja menyadari di bumi ini selalu ada yang bersifat berbeda. Namun Raja menginginkan agar rakyatnya mempunyai hati nurani untuk saling sayang menyayangi sesamanya.

Raja ingin sekali mengetahui siapa sebenarnya yang mempunyai hati mulia. Setiap hari Raja selalu dikeliingi oleh orang-orang yang bermuka manis. tetapi belum tentu hatinya baik. Raja kemudian pergi ke jalan yang menuju ke istana dan meletakkan batu besar di tengah jalan. Raja menyingkir ke pinggir jalan dan mengintai dan balik pepohonan yang rimbun.

Tak lama tampak serombongan pedagang kaya raya. mereka acuh berjalan melewati batu tanpa berkata apapun menuju pintu masuk istana. Kemudian datang lagi banyak orang dengan berbagai macam pekerjaannya. Sebagian besar mereka memaki-maki batu tersebut. bahkan memarahi Raja karena tidak membersihkan jalan menuju istana. Namun tidak satu pun dari mereka yang ingin memindahkan batu tersebut.

Tak lama kemudian datang tukang sayur istana. Beliau berhenti untuk meletakkan keranjang sayuran di tepi jalan. Raja memperhatikan tukang sayur tersebut dengan seksama.

Apa yang yang dilakukannya?”, kata Raja dalam hati. Ternyata tukang sayur dengan sekuat tenaga mencoba mendorong batu ke tepi jalanan. Juga tidak ada sorangpun yang mau membantunya. Mereka berjalan sambil melengos kepada tukang sayur. Kasihan’ . kata Raja. Tukang sayur tampak kelelahan dan badannya penuh dengan peluh keringatnya. Setelah berhenti sebentar, tukang sayur tergesa-gesa menuju istana untuk mengantarkan sayur-sayuran.

Raja tersenyum, kemudian pergi ke istana menemui orang-orang yang akan bertemu dengannya. Dengan suara yang berwibawa. Raja memanggil tukang sayur dan diceritakan betapa luhurnya budi tukang sayur ini dibanding dengan pedagang kaya yang hadir di sini. Raja memberikan hadiah yang sangat tak diduga oleh tukang sayur tersebut. Satu kantung berisikan uang dan emas. Raja mengingatkan agar dijadikan modal untuk membuka toko. supaya tukang sayur tidak perlu lagi memikul dagangannya.

Orang-orang lain terdiam dan malu kepada dirinya sendiri, karena tidak mempunyai rasa kebaikan hanya untuk menolong mengangkat batu di jalan menuju istana. Padahal Raja selalu menolong mereka agar mereka dapat berdagang dengan sukses.
 
Sumber: Cerita Dongeng Anak Indonesia
Read more ...

Kisah Inspirasi Anak Indonesia "Buaya Yang Jujur"

Buaya yang Jujur

dongeng anak indonesia

Pada sebuah Sungai di pinggir hutan. Di sungai itu hiduplah sekelompok buaya. Buaya itu ada yang berwarna putih. hitam, dan belang-belang. Meskipun wama kulit mereka berbeda. mereka selalu hidup rukun. 
Di antara buaya-buaya itu ada seekor buaya yang badannya paling besar. Ia menjadi raja bagi kelompok buaya tersebut. Raja buaya memerintah dengan adil dan bijaksana sehingga dicintai rakyatnya.

Suatu ketika terjadi musim kemarau yang amat panjang. Rumput—rumput di tepi hutan mulai meneunine. Sungai—Sungai mulai surut airnya. Binatang—Binatang pemakan rumput banyak yang mati. Begitu juga dengan buaya-buaya. Mereka sulit mencari daging segar. Kelaparan mulai menimpa keluarga buaya. Satu per satu buaya itu mati.

Setiap hari ada saja buaya yang menehadap raja. Mereka melaporkan bencana yang dialami warga buaya. Ketika menerima laporan tersebut. hati raja buaya merasa sedih. Untungnya Raja Buaya masih memiliki beberapa ekor rusa dan sapi. Ia ingin membagi-bagikan daging itu kepada rakyatnya. Raja Buaya kemudian memanggil Buaya Putih. Dan Buaya Hitam. Raja Buaya lalu berkata. ‘Aku tugaskan kepada kalian berdua untuk membagi bagikan daging.

Setiap pagi kalian mengambil daging ditempat ini. Bagikan daging itu kepada teman-temanmu!” ‘Hamba siap melaksanakan perintah Paduka Raja,” jawab Buaya Hitam dan putih serempak.
Mu1ai hari ini kerjakan tugas itu!”perintah Raja Buaya Kedua Buaya itu segera memohon diri. Mereka segera mengambil daging yang telah disediakan. Tidak lama kemudian mereka perei membagi-bagikan daging itu.

Buaya Putih membagikan makanan secara adil. Tidak ada satu buaya pun yang tidak mendapat bagian. Berbeda dengan Buaya Hitam, daging yang seharusnya dibagi bagikan, justru dimakannya sendiri. Badan Buaya Hitam itu semakin gemuk. Selesai membagi-bagikan daging, Buaya Putih dan Buaya Hitam kembali menghadap raja.

“Hamba telah melaksanakan tugas dengan baik, Paduka,” lapor Buaya Putih. “Bagus! Bagus! Kalian telth menjalankan tugas dengan baik,” puji Raja. Suatu hari setelah membagikan makanan, Buaya Putih mampir ke tempat Buaya Hitam. Ia terkejut karena di sana-sini banyak bangkai buaya.

Sementara tidak jauh dan tempat itu Buaya Hitam tampak sedang asyik menikmati makanan. Buaya Putih lalu mendekati Buaya Hitam. “Kamu makan jatah makanan temen-teman, ya?, kamu biarkan mereka kelaparan!” ujar Buaya Putih. “Jangan menuduh seenaknya!” tangkis Buaya Hitam. “Tapi, Iihatlah apa yang ada di depanmu itu!” sahut Buaya Putih sambil menunjuk seekor buaya yang mati tergeletak.

“Itu urusanku. engkau jangan ikut campur! Aku memang telah memakan jatah mereka. engkau mau apa?” tantang Buaya Hitam. “Kurang ajar!” ujar Buaya Putih sambil menyerang Buaya Hitam. Perkelahian pun tidak dapat dielakkan. Kedua buaya itu bertarung seru. Karena kekenyangan, Buaya hitam geraknya lamban. Akhimya, Buaya Hitam dapat dikalahkan. Buaya Hitam lalu dibawa kehadapan Raja. Beberapa buaya ikut mengiringi perjalanan mereka. Di hadapan Sang Raja.

Buaya Putih segera melaporkan kelakuan Buaya Hitam. Setelah mendengarkan saksi-saksi. Buaya Hitam lalu mendapat hukuman karena kecuranganya itu. ‘Buaya Putih, engkau telah berlaku jujur. adil, serta patuh. Maka kelak setelah aku tiada. engkaulah yang berhak menjadi raja menggantikanku.” demikian titah Sang Raja kepada Buaya Putih. 
Demikianlah kejujuran selalu berbuah manis pada mereka yang selalu jujur dalam bertindak dan berkata
 
Sumber: Cerita Dongeng Anak Indonesia
Read more ...

Si Kancil Dengan Seruling Ajaibnya...

Si Kancil sedang berjalan-jalan di sebuah hutan bambu yang sangat rindang, dia begitu menikmati keindahan hutan bambu yang sedang ia masuki tersebut, saking asiknya berjalan ia mencoba untuk melintasi pepohonan bambu yang ada didepannya, tapi apa yang terjadi setelah ia menerobos pohon bambu tersebut, dia malah terjepit diantara pohon-pohon bambu yang sangat sempit tersebut. "Ah, celaka aku terjepit di pohon bambu ini", sesal kancil.

Tak jauh dari tempat si kancil, ternyata ada seekor harimau yang sedang terbuai oleh hembusan angin yang datangnya dari pepohonan bambu. Angin sepoi-sepoi membuat harimau ini menjadi sangat mengantuk, tiupan angin menerpa pohon-pohon bambu membuat suara yang merdu seperti suling dan membuat sang harimau semakin terlelap. Tetapi tak lama kemudian ia mendengar suara derit pohon bambu dimana sang kancil tadi terjepit. "Suara apa itu"?" kata sang harimau penasaran.

Akhirnya sang harimau memutuskan untuk mencari dimana sumber suara tadi berasal, ternyata tidak jauh dari tempatnya, dia melihat si kancil sedang berusaha melepaskan diri dari lilitan pohon bambu kecil yang menjepit tubuhnya. "Ah, sungguh kebetulan sekali, aku sedang lapar dan didepanku ada seekor kancil yang gemuk untuk disantap, aarrmm" si harimau sangat girang melihat ada santapan siang baginya.

Sontak si kancil kaget bukan kepalang, "Oh, harimau yang baik, jangan kau jadikan aku santapan siangmu, sebenarnya aku sedang bermain suling ajaib, jika kau ingin memainkan suling ini, aku akan mengajarimu bagaimana meniup suling ajaib ini, jika kau mau mengabulkan permintaanku", kata si kancil harap-harap cemas.

"Baiklah, aku sangat senang mendengarkan dan ingin bermain suling ajaib itu, lalu apa permintaanmu, kancil?" tanya harimau. "Kau longgarkan bambu kecil ini yang melilitku dan kau masukkan kepalamu kesini serta julurkan lidahmu agar suara suling ajaib itu berbunyi". Tanpa berfikir panjang lagi si harimau segera melonggarkan bambu yang melilit tubuh kancil yang kecil itu kemudian menuruti perintah si kancil. Si kancil pun terbebas.

"Nah sekarang, masukkan kepalamu dan julurkan lidahmu ke bambu itu" perintah kancil, si harimau karena ingin sekali belajar meniup suling ajaib langsung menurut perintah kancil. "jika kamu ingin suara suling itu merdu, kau harus latihan sendiri dulu, aku ingin pulang sebentar untuk minum, maklum latihannya lama sekali tadi jadi aku sangat haus", "Yah kancil, kenapa kau tinggalkan aku, aku tidak bisa belajar sendiri nih" kata harimau memelas.

"Tenang saja, nanti aku balik lagi kok, kalau suara sulingnya kecil berarti kau harus meniup dengan kencang..jangan patah semangat yah...". Kancilpun langsung ambil langkah seribu meninggalkan si harimau. Tinggal harimau kini terjepit di sela-sela pohon bambu. Angin bertiup kencang menerpa pohon bambu sehingga menimbulkan bunyi seperti suling "Hore..hore..aku bisa meniup suling ajaib" sorak harimau kegirangan. Dia baru sadar kini tubuhnya semakin terjepit keras oleh pohon bambu yang melilitnya.

"Ya ampun, kenapa aku bodoh sekali, ternyata bunyi suling ajaib itu adalah dari hembusan angin, bukan dari lidahku, sekarang lidahku malah terjepit bambu ini", harimau kini berusaha melepaskan dirinya dari jepitan pohon bambu, dan setelah terlepas dia kembali lagi beristirahat.

sumber: Dongeng Anak
Read more ...
Selasa, 08 Oktober 2013

Dongeng Kera yang Menjadi Sang Raja

Kisah ini diawali dari sebuah hutan lebat yang memiliki banyak binatang penghuni hutan tersebut. Dikisahkan si Singa sang penguasa hutan telah mati ditembak oleh manusia, lalu diadakanlah rapat besar para penghuni hutan untuk menentukan siapa pengganti si Singa sang raja hutan.

Pertama yang dicalonkan adalah si Gajah, karena badannya besar dan cocok untuk mengganti si Singa, tetapi sang Gajah menolak mentah-mentah, alasannya dia tidak berlari kencang. Kemudian dipilih macan tutul, "Wah aku paling takut kalau ketemu dengan manusia" akunya. Kemudian ditunjuklah si Badak. "Aku memang memiliki badan kuat tapi kalau aku berlari sering menubruk pohon, gimana dong?". Akhirnya rapat binatang hutan itu menjadi buntu dan akhirnya semua terdiam.

Tiba-tiba dari kerumunan muncullah si Kera. "Pilih aku..pilih aku.!!" teriak si Kera. "Lihat aku khan mirip sekali dengan manusia dan aku bisa berbuat seperti manusia, lebih baik kalian memilih aku saja sebagai raja hutan" pintanya. Maka berundinglah para anggota hutan semuanya. Akhirnya si Kera terpilih menjadi raja hutan.

Setelah beberapa diangkat menjadi raja hutan, ternyata si Kera berbohong kepada penghuni hutan, sikapnya tidak mencerminkan seperti seorang raja, dia malah asik bermalas-malasan di kursi raja, makan seenaknya serta sering tidur dan tidak mau bekerja. Dan semua penghuni hutan menjadi tidak suka dengan kelakuan si Kera yang sudah menipu mereka untuk memilih dirinya menjadi raja.

Melihat kelakuan sang Kera, akhirnya seekor srigala menjadi iri dan dengki dengan prilaku si Kera. Suatu hari dengan sopan dia berkata pada si Kera sang raja "Wahai raja, bolehkah hamba mengajak paduka untuk melihat-lihat bagian hutan yang rusak akibat manusia?". "Oh boleh, mari kita lihat bersama, srigala".

Akhirnya mereka menuju tempat dimana si Srigala sudah menyiapkan banyak sekali makanan dan minuman. Dan apa yang terjadi ternyata si Kera malah girang bukan kepalang melihat makanan yang tersedia di tempat yang ditunjuk oleh si Srigala.

Namun apa yang terjadi, ternyata tempat itu adalah sebuah perangkap yang dibuat manusia untuk menangkap hewan yang ada di hutan itu. Tolong..tolong...tolong aku, srigala, bebaskan aku" si Kera berteriak minta tolong kepada srigala.

Teriakan si Kera mengundang para hewan di hutan itu untuk datang melihat apa yang terjadi. "Tubuhmu memang seperti manusia, tapi otak dan perilakumu belum bisa diangkat menjadi raja, dan kau telah menipu kami", akhirnya semua binatang yang melihat si kera terkurung di perangkap meninggalkan si Kera.

Pesan dari dongeng anak indonesia diatas adalah agar kita lebih mementingkan persahabatan dari pada kepentingan sendiri dan teman adalah sesuatu yang sangat berarti dalam hidup kita.
Read more ...

Cerita Anak Nusantara (Cocok Untuk Dongeng Anak Sebelum Tidur)

Anak Penggembala dan Serigala

Seorang anak gembala selalu menggembalakan domba milik tuannya dekat suatu hutan yang gelap dan tidak jauh dari kampungnya. Karena mulai merasa bosan tinggal di daerah peternakan, dia selalu menghibur dirinya sendiri dengan cara bermain-main dengan anjingnya dan memainkan serulingnya.

Suatu hari ketika dia menggembalakan dombanya di dekat hutan, dia mulai berpikir apa yang harus dilakukannya apabila dia melihat serigala, dia merasa terhibur dengan memikirkan berbagai macam rencana.

Tuannya pernah berkata bahwa apabila dia melihat serigala menyerang kawanan dombanya, dia harus berteriak memanggil bantuan, dan orang-orang sekampung akan datang membantunya. Anak gembala itu berpikir bahwa akan terasa lucu apabila dia pura-pura melihat serigala dan berteriak memanggil orang sekampungnya datang untuk membantunya. 
Dan anak gembala itu sekarang walaupun tidak melihat seekor serigala pun, dia berpura-pura lari ke arah kampungnya dan berteriak sekeras-kerasnya, "Serigala, serigala!"

Seperti yang dia duga, orang-orang kampung yang mendengarnya berteriak, cepat-cepat meninggalkan pekerjaan mereka dan berlari ke arah anak gembala tersebut untuk membantunya. Tetapi yang mereka temukan adalah anak gembala yang tertawa terbahak-bahak karena berhasil menipu orang-orang sekampung.

Beberapa hari kemudian, anak gembala itu kembali berteriak, "Serigala! serigala!", kembali orang-orang kampung yang berlari datang untuk menolongnya, hanya menemukan anak gembala yang tertawa terbahak-bahak kembali.

Pada suatu sore ketika matahari mulai terbenam, seekor serigala benar-benar datang dan menyambar domba yang digembalakan oleh anak gembala tersebut.

Dalam ketakutannya, anak gembala itu berlari ke arah kampung dan berteriak, "Serigala! serigala!" Tetapi walaupun orang-orang sekampung mendengarnya berteriak, mereka tidak datang untuk membantunya. "Dia tidak akan bisa menipu kita lagi," kata mereka.

Serigala itu akhirnya berhasil menerkam dan memakan banyak domba yang digembalakan oleh sang anak gembala, lalu berlari masuk ke dalam hutan kembali.

Pelajaran Cerita : Pembohong tidak akan pernah di percayai lagi, walaupun saat itu mereka berkata benar.
 
 

Keong Emas


Raja Kertamarta adalah raja dari Kerajaan Daha. Raja mempunyai 2 orang putri, namanya Dewi Galuh dan Candra Kirana yang cantik dan baik. Candra Kirana sudah ditunangkan dengan putra mahkota Kerajaan Kahuripan yaitu Raden Inu Kertapati yang baik dan bijaksana.

Tapi saudara kandung Candra Kirana yaitu Galuh Ajeng sangat iri pada Candra kirana, karena Galuh Ajeng menaruh hati pada Raden Inu kemudian Galuh Ajeng menemui nenek sihir untuk mengutuk Candra Kirana. Dia juga memfitnahnya sehingga Candra Kirana diusir dari Istana. Ketika Candra Kirana berjalan menyusuri pantai, nenek sihirpun muncul dan menyihirnya menjadi keong emas dan membuangnya ke laut. Tapi sihirnya akan hilang bila keong emas berjumpa dengan tunangannya.

Suatu hari seorang nenek sedang mencari ikan dengan jala, dan keong emas terangkut. Keong Emas dibawanya pulang dan ditaruh di tempayan. Besoknya nenek itu mencari ikan lagi di laut tetapi tak seekorpun didapat. Tapi ketika ia sampai digubuknya ia kaget karena sudah tersedia masakan yang enak-enak. Si nenek bertanya-tanya siapa yang memgirim masakan ini.

Begitu pula hari-hari berikutnya si nenek menjalani kejadian serupa, keesokan paginya nenek pura-pura ke laut ia mengintip apa yang terjadi, ternyata keong emas berubah menjadi gadis cantik dan langsung memasak, kemudian nenek menegurnya "siapa gerangan kamu putri yang cantik ?" "Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh saudaraku karena ia iri kepadaku" kata keong emas, kemudian Candra Kirana berubah kembali menjadi keong emas. Nenek itu tertegun melihatnya.

Sementara pangeran Inu Kertapati tak mau diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Iapun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa. Nenek sihirpun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu Kertapati. Raden Inu Kertapati kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya padahal Raden Inu diberikan arah yang salah. Diperjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek adalah orang sakti yang baik. Ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu.

Kakek itu memukul burung gagak dengan tongkatnya, dan burung itu menjadi asap. Akhirnya Raden Inu diberitahu dimana Candra Kirana berada, disuruhnya Raden itu pergi ke desa Dadapan. Setelah berjalan berhari-hari sampailah ia ke desa Dadapan. Ia menghampiri sebuah gubuk yang dilihatnya untuk meminta seteguk air karena perbekalannya sudah habis. Tapi ternyata ia sangat terkejut, karena dari balik jendela ia melihat tunangannya sedang memasak. Akhirnya sihirnya pun hilang karena perjumpaan dengan Raden Inu. Tetapi pada saat itu muncul nenek pemilik gubuk itu dan putri Candra Kirana memperkenalkan Raden Inu pada nenek. Akhirnya Raden Inu memboyong tunangannya ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Galuh Ajeng pada Baginda Kertamarta.

Baginda minta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya. Galuh Ajeng mendapat hukuman yang setimpal. Karena takut, Galuh Ajeng melarikan diri ke hutan, kemudian ia terperosok dan jatuh ke dalam jurang. Akhirnya pernikahan Candra kirana dan Raden Inu Kertapatipun berlangsung. Mereka memboyong nenek Dadapan yang baik hati itu ke istana dan mereka hidup bahagia.
 
sumber: Cerita Dongeng Anak Indonesia
Read more ...

Dongeng (Kisah SI Semut Dan Si Kepompong)

Dikisahkan ada sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah disana bermacam-macam hewan, mulai dari semut, gajah, harimau, badak, burung dan sebagainya. Pada suatu hari datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu datang seketika sehingga membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan panik dan berlari ketakutan menghindari badai yang datang tersebut.

Keesokan harinya, matahari muncul dengan sangat hangatnya dan kicauan burung terdengar dengan merdunya, namun apa yang terjadi? banyak pohon di hutan tersebut tumbang berserakan sehingga membuat hutan tersebut menjadi hutan yang berantakan.

Seekor Kepompong sedang menangis dan bersedih akan apa yang telah terjadi di sebuah pohon yang sudah tumbang. "Hu..huu...betapa sedihnya kita, diterjang badai tapi tak ada tempat satupun yang aman untuk berlindung..huhu.." sedih sang Kepompong meratapi keadaan.

Dari balik tanah, muncullah seekor semut yang dengan sombongnya berkata "Hai kepompong, lihatlah aku, aku terlindungi dari badai kemarin, tidak seperti kau yang ada diatas tanah, lihat tubuhmu, kau hanya menempel di pohon yang tumbang dan tidak bisa berlindung dari badai" kata sang Semut dengan sombongnya.

Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan tersebut, sampai pada suatu hari si Semut berjalan diatas lumpur hidup. Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan diatas lumpur hidup yang bisa menelan dan menariknya kedalam lumpur tersebut.

"Tolong...tolong....aku terjebak di lumpur hidup..tolong", teriak si semut. Lalu terdengar suara dari atas, "Kayaknya kamu lagi sedang kesulitan ya, semut?" si Semut menengok ke atas mencari sumber suara tadi, ternyata suara tadi berasal dari seekor kupu-kupu yang sedang terbang diatas lumpur hidup tadi.

"Siapa kau?" tanya si Semut galau. "Aku adalah kepompong yang waktu itu kau hina" jawab si Kupu-kupu. Semut merasa malu sekali dan meminta bantuan si Kupu-kupu untuk menolong dia dari lumpur yang menghisapnya. "Tolong aku kupu-kupu, aku minta maaf waktu itu aku sangat sombong sekali bisa bertahan dari badai cuma hanya karena aku berlindung dibawah tanah". Si kupu-kupu akhirnya menolong si Semut dan semutpun selamat serta berjanji ia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di hutan tersebut.

Nah, hikmah yang bisa kita tarik dari dongeng diatas adalah, kita harus menyayangi dan menghormati semua makhluk ciptaan Tuhan. Intinya semua ciptaan Tuhan harus kita kasihi dan tidak boleh kita menghina makhluk yang lain.

Sumber: Dongeng Anak Indonesia
Read more ...
Selasa, 18 Juni 2013

Kisah Aini (End)

Lanjutan Cerita....


Sesampainya dirumah aku masih memikirkan kata-kata papa, sampai jam 12 aku tetap ga bisa tidur dan teringat terus sama papa. Hingga akhirnya aku ketiduran, dan bunyi alarm membangunkan aku. Wah, sudah jam setengah 5! Aku buru-buru mandi dan shalat subuh, kemudian berjalan kearah rumah papa. Sesampainya dirumah papa, pintu depan masih terkunci, tandanya papa belum bangun. Lalu aku masuk dengan kunci duplikat yang aku bawa kemarin. 
Read more ...
Senin, 10 Juni 2013

Kisah Aini (Part 4)



Lanjutan Cerita....
Akhirnya ujian sekolah tiba, aku berkonsentrasi mengerjakan ujian tanpa memikirkan masalah yang menimpaku dirumah. Aku harus bikin papa senang dengan nilai-nilaiku yang bagus dan masuk ke SMA negeri, aku ga mau bikin papa kecewa. Pada hari ke-3 ujian, pulang sekolah aku menyempatkan diri kerumah untuk menemui papa dan membawakan makanan untuknya. Papa senang sekali melihat aku datang, “ Eh, anak papa gimana kabar kamu?” “baik pa, papa sendiri gimana?” “ papa baik juga, gimana ujian kamu? Bisa ga? Klo ada yang bisa papa bantu, kasih tau ya?” “Alhamdullilah pa sejauh ini lancar-lancar aja, ya nanti aini bilang klo perlu bantuan papa” kataku. Setelah ngobrol banyak dengan papa, aku pamit pulang karena mau belajar lagi untuk ujian besok.
Read more ...

Kisah Aini (Part 3)



Lanjutan Cerita...
Sejak pertemuanku dengan kak Riki di toko buku, aku sadar bahwa hidup ini sudah ditentukan oleh Allah, jadi aku harus banyak berdoa dan shalat agar aku kuat jalanin semuanya. Mulai hari ini aku kembali menjadi aini yang ceria dan penuh semangat  di sekolah, aku harus konsentrasi belajar agar nilai ujianku bagus n masuk ke sekolah negeri.
Read more ...
Selasa, 04 Juni 2013

Kisah Aini (Part Two)

Lanjutan Cerita....


Di sekolah aku tak bisa konsentrasi menyimak pelajaran, padahal ujian akhir sekolah tinggal 1 bulan lagi. Aku yang biasanya ceria sekarang menjadi anak yang suka ngelamun dan pendiam, ga tau harus gimana? Sahabatku bertanya-tanya kenapa? Ada apa denganku? Tapi aku tak bisa cerita… hanya kata “ ga ada apa-apa” yang bisa aku jawab. Belum lagi aku masih bingung untuk memilih SMA. Kulihat sahabatku Lisa akan melanjutkan ke SMAN 7. Apa aku samakan saja dengan dya ya?! Aku masih bingung…


Read more ...
Senin, 03 Juni 2013

Cerpen: Kisah Aini (Part One)



Kenapa? Kenapa? Tiap hari mereka bertengkar tanpa mempedulikan keadaanku?! Aku hanya bisa diam dan mengurung diri di kamar mendengar mereka bertengkar… Apa mereka berdua ga mikirin perasaan anak mereka mendengar mereka bertengkar setiap hari… Padahal dulu mereka ga pernah bertengkar seperti ini… Rasanya dulu hubungan papa dan mama harmonis… Kenapa sekarang jadi 
seperti ini?! Hubungan papa dan mama mulai tidak harmonis sejak 6 bulan yang lalu… Papa sering pulang malam, karena ada proyek yang harus dya tangani, tapi nyatanya saat proyek itu hampir selesai temannya malah mengambil alih dan hasilnya papa ga dapat apa-apa?!  Hal itu membuat papa kesal dan stress, tadinya mau membahagiakan keluarga tapi malah ga dapat hasil apa-apa. Kedua orangtuaku memang bekerja dan jarang ada dirumah. Papa ga pernah cerita ke mama klo proyeknya gagal yang malah di ambil alih sama temannya itu, n sampai akhirnya mama denger gossip itu dari teman-teman kerja papa. Mama kaget dan kesal kenapa papa ga cerita dan mama harus tau hal itu dari orang lain, dari masalah itulah pertengkaran papa dan mama dimulai.
Suatu ketika, Papa memanggilku dan berkata “ ini kamu liat handphone mama kamu, banyak sms dari laki-laki lain dan sepertinya mama selingkuh sama orang lain. Mama yang kamu lihat selama ini baik nyatanya hanya seorang wanita genit yang suka selingkuh.” Aku kaget bukan main, tak menyangka mama akan menduakan papa, aku ga ngerti kenapa mama begitu. Apa yang kurang dari papa sampai mama ga mencintainya lagi? Aku hanya bisa diam dan berlari ke kamarku.
To be continue...

Read more ...